Stranded in Aceh
20 Sep
She is one of the rainbows of my life. she open my point of view about work ethic. hmm, another influence to change my bad habbit.
She is an independent woman who never can stop moving around or thinking something. Geez, I can not catch this habbit. But I hope I can be just like her on this working ethic.
Dia adalah bos baru ku. Dia salah satu orang yang membuka pikiran dan pengetahuan ku tentang cara bekerja. Mungkin sebagai pengaruh dalam merubah kebiasaan burukku.
Dia perempuan yang sangat mandiri dan tidak pernah berhenti bergerak atau memikirkan sesuatu. Huih, aku masih belum bisa mengejar dia untuk kebiasaan yang satu ini. Tapi setidaknya aku berharap suatu saat nanti aku bisa sehebat dia.
28 Jun
Pernah dengar tentang buah lontar? Buah lontar merupakan salah satu buah khas dari Indonesia. Bentuknya bulat seperti kolang-kaling berisi cairan yang membuat badan segar.
Di daerah Jalan Sabang – Jakarta banyak terdapat penjual buah lontar. Biasanya buah lontar dijual Rp 1000 / buah. Lihat penjual buah lontar tidak mau kalah gaya dengan pembelinya!
Ever heard lontar fruit? Lontar fruit is an endemic fruit from Indonesia. It’s oval and there is a liquid things on it.
You can see a lot of lontar seller on Sabang Street – Jakarta. They sell lontar fruit for Rp 1.000/each. See, that is lontar fruit seller in style!
24 Apr
The title means My lovely Nias Island. Yeah, I love Nias since the first time people say “Ya’ahowu”. It is Nias Greetings.
Not like Bali or Lombok, only a few people know Nias. Altough this island rich of natural resources and the only one natural earthquake laboratory in the world. But, since world biggest disaster in the year 2005, many people and agencies around the world come to Nias. Nowdays, Nias have a lot of public facilities than before. Unfortunetly, they only built the construction not the knowledge especially about environment
I go trough this road on January 2007 and May 2007. I saw a board “don’t take this sea material” and above this board I can see a lot of sea material. What a pity!
Ya’ahowu…
Kata-kata itu yang akan kita dengar sebagai penyambutan saat kita tiba di Tano Niha (Nias). Memang tidak banyak orang indonesia yang mengenal Nias. Bahkan mungkin tidak pernah terpikir oleh kita untuk melirik pulau terluar Indonesia ini. Pulau yang kaya akan sumber daya alam ini terkena gempa tahun 2005. Semenjak itu banyak orang dan lembaga yang datang ke pulau ini. Pembangunan fisiknya pun tumbuh dengan cepat. Sarana dan prasarana yang selama ini tidak sanggup dibangun oleh biaya pemerintah daerah sekarang dapat dibangun dengan mengalirnya bantuan dari berbagai Lembaga Donor baik dalam negeri dan luar negeri. Sayangnya pembangunan tersebut tidak diimbangi dengan pengetahuan masyarakat mengenai pemeliharaan sumber daya alam.
Pertama saya melewati jalan antara Nias-Nias Selatan ini adalah bulan Januari 2007, kemudian saya bulan Mei 2007. Dari kedua kunjungan ini saya melihat satu hal yang ironis bahwa dibawah papan yang menginformasikan mengenai larangan galian C ini justru terdapat tumpukan galian C di bawahnya. Saya tidak mengerti apakah tulisan ini hanya dianggap hiasan atau penduduk yang tidak dapat membaca. Di pemukiman penduduk sepanjang jalan ini bahkan menumpuk galian C karena sebagian besar mereka mendapatkan penghasilan dari sini. Dapat juga dilihat anak-anak yang turut membantu orang tuanya mengangkut galian C atau sekedar duduk-duduk menemani orang tuanya yang sedang bekerja di galian C tersebut.
Perjalanan terakhir saya bulan November 2007 membangkitkan keinginan saya menyebarkan informasi ini ke semua teman yang peduli akan lingkungan karena saya melihat bahwa semakin hari kegiatan pengrusakan ini semakin menjadi. Dari 3 papan larangan galian C yang sebelumnya saya lihat di jalan ini sekarang hanya tersisa 1 papan dan tentu saja tumpukan galian C di bawahnya tidak ketinggalan. Bahkan sekarang mereka mengangkutnya dengan bantuan alat berat berupa beku. Perilaku ini lah yang menyebabkan jalan sepanjang nias-nias selatan ini longsor. Separuh lebar jalan ini berlubang karena longsor. Namun saya belum mendapatkan data mengenai jumlah kecelakaan akibat longsor ini. Saya sangat berharap pembangunan yang antroposentris ini dapat segera dihentikan dengan pembelajaran lingkungan hidup yang seharusnya terlebih dahulu dilakukan oleh lembaga donor yang mengaku mau membangun di sini.
Tano Niha Niomasiõgu Pulau Nias yang Kucintai
29 Mar
Just like the title, it’s my hot trip because I’m going to Lombok (Lombok is Chili in Javanese Language; just see the welcoming property on Lombok bellow!) from Lombok.

I go with a ferry from Padang Baai. It take 4 hours to Lembar Ferry Terminal. Then take 1 a half hour to Kuta Lombok Beach.
Stay at the hotel I saw a night market in the back side. I think its a beautiful scene on the night. People around the hotel sell some souvenir. I buy some t-shirt for souvenir, it’s Rp 15.ooo/pcs.
In the morning I go to the beach to enjoy the wonderful granular sands there. See, they like papers spreading on the beach. u
I zoomed it for you!
I think this is the only beach that have this shape of granular sands.
Then I enjoying tandem bicycle to going around. Hmm, another lovely island!
Seperti judulnya “Hot Trip” lombok memang pedas karena lombok berarti cabe dalam bahasa Indonesia. Lihat saja penyambutan cabe-cabe di hotel tempat saya menginap (gambar 1)!
Setelah perjalanan saya dari Bali saya meneruskan ke Lombok. melalui pelabuhan Padang Baai. Setelah 4 jam naik kapal ferry, saya sampai di pelabuhan Lembar Lombok. Dari pelabuhan itu saya naik mobil sewaan selama 1,5 jam untuk menuju penginapan saya di Kuta Lombok.
Saat makan malam saya melihat keramaian di tengah kegelapan di belakang hotel. Ternyata ada pasar malam di sana. Wuih, pemandangan yang bagus (gambar 2). Setelah puas mengambil gambar, saya membeli 5 buah kaos. Cukup murah, saya membeli Rp15.000 perbuah.
Keesokan paginya saya takjub berjalan sepanjang pantai Kuta Lombok sebab butiran pasir di sini bulat seperti lada. Semoga saja ibu-ibu di sini tidak tertukar saat memasak. Saya rasa pasir seperti ini hanya ada di Lombok.
Setelah menikmati pasir, saya mencoba untuk berkeliling dengan menyewa sepeda tandem. Hmmm, lumayan berkeringat bagi orang yang tidak pernah olah raga seperti saya.
26 Mar
It just another good trip. Why I only say good trip? Everybody know Bali as goddess. Many people go to this island. I know this is a great island. But everybody already have a trip like this.
I go to Bali on February
First I have a chance to go to Seminyak. This is such a quite place to live. But I didn’t take any picture of Seminyak. After that I go to Ubud. On the way going to Ubud, I stoped in some place. First, I stop in the batik’s gallery.
See, this is people making Bali’s batik. All of them are women. Maybe there is gender based job description. Bali’s batik has contrast colour. But I have no picture of it.
Second place to stop is silver gallery.
See, all this women showing us how to make the shape to the silver.
The third place to stop is Barong’s play. It play Rama - Shinta from the Hindus history. I think this play have similarity to the wayang orang play for the Javanese.
At first, I think Barong is bad because it have ugly face. But it the symbol of goodness because it help Shinta when she have been kidnapped by Hanoman.
Then I go to Tampak Siring Palace. It’s the place where The first Indonesian President Soekarno- stay if he is in Bali. Besides the palace, He has a Balinese Woman in this palace. Lucky me, I can see some people showerin in a pool in the middle of the Palace because it’s one of the religious ceremony day for Balinese people.
They showering as the symbol that they wash their body from the sins.
The last place I stopped by in this trip is Mount Kintamani. See, there is a restaurant wich have a place on the sloop of the mountain so we can eat while seeing this view.
Finally I stay at Nandini hotel Ubud. This is the great place to stay. It placed on the Slop of the mountain. With this jungle breakfast I can stay for 2 days and enjoy this place very much.
The next day on Ubud, I go to Trance and Kecaks Dance. It’s very bad because I forgot to bring my lovely pocket camera to catch this great dance. Another place attracting me to go is Blanco Museum. On this great museum I found some endemic animal besides Blanco’s painting.

See, this is me with them. I can’t take the picture of Blanco’s painting because it’s forbidden.
The last place I go to visit before I continue my journey to Lombok.
28 Feb
Do you know Tello Island? Usually Indonesian people never heard this lovely Islands. This is a very small Islands as a part of South Nias District.
There are some access to get there.
1. you can go there by boat from South Nias. It takes around 4 hours. Maybe it cost around 1 million rupias.
2. you can get there by ferry boat from South Nias. It takes around 8 hours. Maybe it cost not more than 100.ooo rupias per person.
3. you can get there by aeroplane from Binaka Airport- Gunung Sitoli (Nias). If you want this way, you should booked the ticket one month before. Because it’s always full booked for people. But if you are a lobster, you can go easier to get this aeroplane than people. It cost around 300.000 rupias for about 45 minutes by pioneer aircraft. Sometimes, People in the airport will forced you to pay additional cost for boat from Lasondre airport to Tello Islands. What an Indonesian Looks Like! You can write a complain in Binaka Airport for this anoying service.
4. you can get there by aeroplane from Ketaping International Airport - Padang (West Sumatera). I never go trough this way and have no details information. But its about 1 hour.
What is special with this Islands?
The first of all, it consisted of 99 Islands. See, how rich this island is. It must have more virgin and more beautiful scenic than Thousand Island (Kepulauan Seribu - Jakarta). Can you imagine the huge potential of marine resources there?
I got this big fish for my dinner! compare the fish with my 39 size number foot!
When I see the sea in front of my guest house, I can find many sea urchine (bulu babi) at night day. When I go swimming not more than 5 meters from coastal line, I could find a lot of ornamental fish and life coral.
Based on information from the guest house owner who have a lodge too, on June until October is the peak season. They have many tourisrt come to the lodge for surfing and diving. It is only foreign tourist, no domestic ones. Usually the tourist sponsored by a big surfing company like Billabong, etc. They enjoy the huge and challanging waves for the surfer. Waw, the tourist enjoy our waves that we never know. What a pitty owner we are!!!
If you want to go there, you should have good preparation.
1. Call your contact person there to make sure everything have been booked. Because there is only a few of lodge or accomodation.
2. Bring cash money because there is no bank there!
3. Bring your personal belonging especially personal medecine, because it’s hard to find drug store there!
4. Don’t worry if you hard to find the restaurant, ask the lodge owner to prepare it for you.
With good preparation you will find an exciting journey.
Pernah mendengar tentang Pulau Tello? Biasanya orang Indonesia jarang mendengar tentang pulau yang merupakan bagian dari Kepulauan Nias bagian Selatan.
Ada beberapa cara untuk menuju ke pulau ini:
1. Dari pelabuhan Nias Selatan dengan menggunakan boat. Perjalanan ini akan menghabiskan waktu kurang lebih 4 jam dengan biaya sekitar Rp 1 juta.
2. Dari pelabuhan Nias Selatan dengan menggunakan kapal ferry. Perjalanan ini akan menghabiskan waktu kurang lebih 8 jam dengan biaya sekitar Rp. 100.000 per orang.
3. Dari Bandar Udara Binaka - Nias menggunakan pesawat perintis dengan biaya sekitar Rp. 300.000 dan waktu perjalanan kurang lebih 45 menit. Jika tertarik dengan cara ini, harus melakukan pemesanan tiket 1 bulan sebelumnya karena akan selalu penuh untuk manusia. Aneh bukan? ya karena pesawat ini lebih memprioritaskan lobster yang mampu membayar lebih mahal dari manusia. Terkadang orang di Bandara akan memaksa untuk membayar biaya angkut dengan kapal penyebrangan walaupun kita tidak naik kapal tersebut. Kapal penyebrangan ini memang diperlukan karena bandara terletak di pulau yang terpisah dengan perkampungan penduduk. Namun pemaksaan penggunaan atau harus membayar tanpa menggunakan bisa menjadi layanan yang mengganggu kenyamanan pengguna pesawat.
4. Cara lain yang sering menjadi andalan bagi turis mancanegara adalah melalui Bandar Udara Ketaping - Padang. Perjalanan ini menggunakan kapal perintis yang memakan waktu sekitar 1 jam.
Lalu apa istimewanya tempat ini?
Kepulauan Tello mempunyai 99 pulau kecil yang sangat subur dengan pemandangan yang lebih indah dari Kepulauan Seribu - Jakarta. Coba bayangkan betapa besar potensi sumber daya lautnya?
Lihat saja, saya bisa mendapatkan ikan sebesar ini. Coba bandingkan dengan kaki saya yang berukuran 39.
Selain ikan, di malam hari saya bisa melihat bulu babi dari depan penginapan saya. Jika berenang tidak lebih dari 5 meter dari pantai sudah dapat menemukan ikan hias dan terumbu karang.
Berdasarkan informasi dari pemilik penginapan, bulan Juni sampai Oktober adalah waktu sibuk bagi penginapannya. Banyak turis luar negeri terutama Australia yang berkunjung untuk berselancar atau menyelam. Hanya turis luar negeri karena harga berwisata penginapan cukup mahal bagi turis dalam negeri ($ 500/malam). Biasaanya perjalanan mereka disponsori oleh perusahaan besar seperti Billabong. Mereka senang menikmati ombak yang bahkan orang Indonesia sebagai pemilik ombak tidak pernah tahu..
Jika tertarik ingin mengunjungi tempat ini, harus mempunyai persiapan yang matang.
1. Hubungi agen perjalanan di sana untuk memastikan semuanya telah diatur dengan baik karena sangat sedikit sarana akomodasi dan transportasi. Kurangnya pengaturan dapat membuat anda terisolasi beberapa waktu di pulau ini.
2. Bawa uang tunai karena tidak ada bank di pulau ini.
3. Bawa perlengkapan terutama obat-obatan yang cukup karena sulit menemukan toko dan apotek di sini
4. Jangan khawatir jika tidak menemukan makanan. Penginapan biasanya sudah menyediakan makanan (tetap harus dipertanyakan tambahan biaya untuk ini).
Persiapan yang matang membuat perjalanan lebih menarik.
28 Feb
I have a chance to go to Tengku Chik Ditiro grave. It’s at Aceh. if you (women) want to go there, you should wear moslem scarf because they implemented “Syariah Islam”. See, it’s me wearing the scarf!
Besides the grave, they serve a bigbowl of water. They believe it’s the holy water. You can drink it and wash your face with the water. They believe it can give you beauty. See, this is my friend. Maybe she wants to be more beautiful. hahaha.
They serve the holy bible for moslem too. Some of the bible are already very very old. Some people believe if they want to be blessed they have to read the bible near the grave.
If you want to get there, don’t forget to bring some food and drink because there is no food stall there.
Sewaktu di Aceh aku mendapatkan kesempatan untuk mendatangi makam Tengku Cik Ditiro. Bagi setiap perempuan yang ingin mendatangi makam ini diwajibkan untuk mengenakan kerudung karena Aceh menerapkan syariat Islam. Lihat saya dengan kerudung. Cantik tidak?
Di sana disediakan juga air di dalam gentong. Bagi yang percaya, air tersebut bisa mendatangkan berkat atau pun membuat awet muda. Caranya dengan diminum atau dibasuhkan ke muka. Lihat, teman saya mungkin ingin tetap awet muda!
Ada beberapa kitab suci bagi umat muslim (Alquran). Beberapa dari kitab ini sudah usang karena dimakan usia. Beberapa orang percaya dengan membaca kitab atau mengaji di sekitar makam ini bisa mendatangkan berkat. Saya sendiri lebih tertarik dengan kitabnya karena sudah tua. Seharusnya buku-buku tua seperti itu dirawat karena merupakan aset berharga. Semoga saja penjaga makam ini menghayati tugas mulia yang diembannya.
28 Feb
She is one of my friend at Banda Aceh. At that time she worked as an HR for one of International NGO. Actually I know her from my boss, Mr. Yuniarto (you can see my boss birthday). I don’t know her well. But I think she is a great girl. I just know she ever been a volunteer for “Ciliwung Merdeka†for about 5 years. Now, she is a lecturer in field of psychology for Jakarta Institute of Art. Besides pretty, she is a very nice person. I like her so much.
Setphanie seorang temanku waktu tinggal di Banda Aceh. Pertama kali saya mengenalnya sebagai seorang staff personalia bagi salah satu LSM internasional di Banda Aceh. Saya kenal dia dari boss saya “Pak Yuniarto”. Sewaktu di Jakarta saya baru tahu kalo ternyata dia seorang perempuan yang hebat. Stephanie pernah bergabung dalam “Ciliwung Merdeka” dan sempat menjadi dosen Psikologi di Institut Kesenian Jakarta. Selain cantik, ternyata dia orang yang sangat baik dan ramah. Saya sangat suka dia.
28 Feb
I want to tell you about my dormitory when I was in Nias. At the first time, its 7 people live here. Its me, Akbar, Kak Priska, Bang Freddy, Pak Kadek, Pak Zai and Bang Telli as the house keeper. And Amangboru Gurning as the last person who comes here. On week end we usually worked together. See, this is Bang Freddy ironing his clothes.
This is Bang Telli sweeping the floor.
And Kak Priska washing her clothes.
After finished with all our things, we usually sat together in front of the television. Look at this picture! We never forget to smile.
Sometimes we went to the beach for swimming or just sitting there and have some drink. See, this is me, Akbar and Kak Priska after swimming.
Hmm…. Lovely dormitory. I will miss it.
26 Feb