Di awal tahun 2007 saya pergi ke pulau Nias. Ya, pulau Nias. Mungkin kita selama ini tidak pernah terpikir untuk pergi ke pulau Nias atau bahkan pernah merasa ada yang namanya pulau Nias. Sama kalau begitu. Saat bos saya bilang :kamu saya tempat kan di pulau Nias untuk sekitar 1-2 bulan ke depan.

Wauw, Nias…. Pulau apa itu? Seperti apa tempat itu? Pasti tempat itu terpencil. Belum lagi isu supranatural dari setiap orang yang saya tanya mengenai kehidupan di pulau Nias. Hmmm……

Whatever, saya pergi ke Nias pakai uang perusahaan. Jadi gak ada ruginya untuk mencoba.

Sesampainya di sana kita akan disapa dengan “YA’AHOWU”. Itu bahasa daerahnya untuk mengatakan “HALLO”. Di sana saya mendatangi suatu area yang menurut penduduk setempat sebelumnya adalah perkampungan. Tapi saat saya datang ternyata tempat tersebut sudah menjadi laut.

How come?

Ternyata sewaktu musibah gempa yang terjadi di Nias pada tanggal 28 Maret 2005. gempa dengan kekuatan 8,7 skala richter membuat area perkampungan ini lenyap ditelan bumi. Rumah-rumah yang ada di sana tenggelam ke bawah permukaan tanah. Penduduk desa tersebut sekarang pindah ke daerah Botohaena. Saat ini saya hanya bisa melihat air laut di lokasi perkampungan tadi.

Indah dan ironi sekali bukan? Hmmmm, jika terinspirasi pada acara supranatural di televisi pasti 10 atau 100 tahun lagi akan ada orang yang pura-pura bisa melihat suatu kampung yang tenggelam dan mengaku mengetahuinya dari arwah yang gentayangan. Hahaha…

Kenapa bisa terjadi? Karena tidak banyak orang yang mengetahui kejadian itu. Jadi ya, bisa dibodohi. Coba kalau ada yang mendokumentasikan dan menyebarkan kepada orang banyak. Saya yakin semua orang akan tahu kejadian tadi tanpa bantuan arwah. Hehehe….

Balik lagi ke perjalanan ke Tagaule. Kebanyakan orang Nias juga tidak tahu mengenai Tagaule (sebanyak yang saya tanya mengenai tagaule, hanya 1 orang yang tahu. katanya gak boleh pake istilah ini-red). Padahal waktu saya ke sana, wuih ternyata tempatnya enak banget untuk liburan.

DSCN0052

DSCN0048

P1050139

Tapi sayang belum ada orang atau perusahaan yang menggarapnya menjadi tempat hiburan yang komersil. Padahal kalo dibuat tempat hiburan atau hotel, pemandangannya enak bangget. Bahkan menurut kawan saya yang menangani perekonomian di BRR Nias, tempat tersebut sangat ideal untuk membuat tambak.

DSCN0058

Kemudian setelah beberapa saat main di air, foto-foto, dan ngobrol dengan masyarakat setempat. Saya pulang ke rumah dengan oleh-oleh foto dan keong laut yang katanya enak untuk dimakan.

Oya, jika kamu datang ke Nias dan berencana datang ke Tagaule, jangan lupa untuk membawa bekal makan dan minum dari Gunung Sitoli atau Teluk Dalam karena kamu tidak akan menemukan toko makanan di sekitar Tagaule.