<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>Popie in Response</title>
	<atom:link href="http://hardiannazief.com/popie/?feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hardiannazief.com/popie</link>
	<description>Stranded in Aceh</description>
	<pubDate>Mon, 04 Jan 2010 07:42:32 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Christmas is a miracle</title>
		<link>http://hardiannazief.com/popie/?p=57</link>
		<comments>http://hardiannazief.com/popie/?p=57#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Jan 2010 07:35:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>popie</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[I'ts disturbing me!]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hardiannazief.com/popie/?p=57</guid>
		<description><![CDATA[When christmas was coming, I have to go to Bandung to fulfil my promise. After visiting my father in the hospital, I was in a rush to catch the train in the nearby station. But unlucky me, I got no ticket there even the ticket without seatnumber.
I was upset and decided to go home, take [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>When christmas was coming, I have to go to Bandung to fulfil my promise. After visiting my father in the hospital, I was in a rush to catch the train in the nearby station. But unlucky me, I got no ticket there even the ticket without seatnumber.<br />
I was upset and decided to go home, take a rest and looking for travel tomorrow. While waiting for the bus, suddenly a man call and ask me if I am out of ticket. He wear the uniform with tag name &#8220;joko &#8230;.&#8221; (I forgot the full name).<br />
I am out of ticket, I said.<br />
Which tiket do you need? He said.<br />
I need one way ticket to Bandung, I answered while hoping he still have any ticket (even it,s ilegal)<br />
Would you like to pay the ticket on board? Just going on board and pay a half for the ticket.<br />
What? How can I enter the station without ticket in my hand? Do they allow me to get into? I confused and exciting to hear that. I never do such things. Than the man accompanied me to enter the station.<br />
After the train coming, I got into the train and just follow my feeling to find the restoration room.<br />
Suprising me, there are alot of people in this room. They are the passenger with ticket without seatnumber. Waw, it must be another great experiance.<br />
Trek,trek,trek&#8230;..suddenly a familiar sound is coming. The ticket man is coming. Now he come with the train police. Ukh, it&#8217;s shaking my body. My hands are trembling. I can do nothing but freezing in the corner.<br />
And lucky me, the ticket man did not ask for my ticket&#8230;<br />
But still&#8230; I am afraid. This 3 hours trip just like take a whole month. Along this trip, I really afraid when a man with uniform is coming.<br />
Ariving in st. Hall, I really happy while my whole body still shaking.But it&#8217;s over, and I can keep my promise in this christmas.<br />
It&#8217;s the miracle of christmas and a prove to the lack of security in public train.<br />
Hmmm&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardiannazief.com/popie/?feed=rss2&amp;p=57</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Good Bye Gus Dur!</title>
		<link>http://hardiannazief.com/popie/?p=56</link>
		<comments>http://hardiannazief.com/popie/?p=56#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Dec 2009 13:36:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>popie</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[My Journey]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hardiannazief.com/popie/?p=56</guid>
		<description><![CDATA[Suddenly the hospital is full of crowd. Many cars is coming and I hear the great sirene of ambulance.
Sitting nearby my father&#8217;s bed, I hear the nurse said he was died while sleeping in the floor (is that true? I don&#8217;t know for sure). All medician talking about him. Some people going downstair to watch [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suddenly the hospital is full of crowd. Many cars is coming and I hear the great sirene of ambulance.<br />
Sitting nearby my father&#8217;s bed, I hear the nurse said he was died while sleeping in the floor (is that true? I don&#8217;t know for sure). All medician talking about him. Some people going downstair to watch out the preparation.<br />
Hmmm, he must be a great people I think. and my phone is ringing<br />
&#8220;have u heard gus dur is died?&#8221;<br />
that&#8217;s the answer. He must be Gus Dur. The great people who got HD with my father. Than I look up the window upstairs. There is a crowd outside the hospital building. Cars from tv station, security cars, some staff from the hospital, and some standing local people.<br />
Than I tell my father &#8220;Dad, Gus Dur is died&#8221; &#8220;hmm, great people&#8221; he said, because Gus Dur is the only president who wanted to make a great decision to rise up the salary for PNS (civil servant). While smiling, my father is going to sleep, maybe he want to say good bye to Gus Dur in his dream.<br />
Good bye gus dur!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardiannazief.com/popie/?feed=rss2&amp;p=56</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kawin Lari (Mangalua)</title>
		<link>http://hardiannazief.com/popie/?p=55</link>
		<comments>http://hardiannazief.com/popie/?p=55#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Oct 2009 17:04:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>popie</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[My Journey]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hardiannazief.com/popie/?p=55</guid>
		<description><![CDATA[Kawin lari atau yang disebut Mangalua dalam masyarakat Batak ternyata tidak semudah yang saya bayangkan. Seorang saudara saya melakukannya karena tidak disetujui oleh salah satu pihak pengantin. Saya coba melihat tahap demi tahap. Ternyata untuk melakukanya perlu tahap2 dan syarat2 juga.
Arti Mangalua sendiri adalah .[1] Secara bebas, manga adalah melaksanakan dan lua adalah membawa atau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kawin lari atau yang disebut Mangalua dalam masyarakat Batak ternyata tidak semudah yang saya bayangkan. Seorang saudara saya melakukannya karena tidak disetujui oleh salah satu pihak pengantin. Saya coba melihat tahap demi tahap. Ternyata untuk melakukanya perlu tahap2 dan syarat2 juga.<br />
Arti Mangalua sendiri adalah .[1] Secara bebas, manga adalah melaksanakan dan lua adalah membawa atau lari. Berati sepasang muda-mudi yang kawin dengan cara di luar prosedur perkawinan ideal karena satu atau beberapa hal, seperti karena masalah ekonomi( masalah pembayar sinamot yang kurang), masalah social (perbedaan status ditengah kehidupan masayarakat) ataupun masalah yang lainnya.</p>
<p>Dalam hal ini berarti kawin tanpa melalui prosedur pembayaran sinamot trlebih dahulu.[2] Dalam mangalua ini seakan adapt adalah soal belakang, yang penting adalah mereka kawin dulu.</p>
<p>Adat menyebut perkawinan mngalua ini bahwa si pemuda mengandalkan kekuatan, mengabaikan hukum (pajojo gogo), papudi uhum. Biasanya si perempuan tidak akan mau berlama-lama dalam situasi mangalua ini ( dalam situasi belum diadatkan atau mangadati), karena perkawinan ini belum kuat adanya, sehinga kalaupun dia diceraikan tidak akan ada pihak yang dapat mempertahankanya atau menanggungjawabinya.</p>
<p>BENTUK PELAKSANAAN MANGALUA</p>
<p>Dalam pelaksanaan mangalua ini ada dua cara yang dikenal yaitu:</p>
<p>   1. Kedua calon pengantin yang mangalua atau ditemani oleh satu atau dua orang yang bertindak sebagai pihak ketiga, demi menjaga kehormatan kedua calaon pengantin.</p>
<p>Sebagai langkah pertama mereka pegi kerumah salah satu keluaraga pengetua atau terpercaya, dan dirumah tersebut calon pengantin perempuan dititipkan. Berikutnya laporan kepada orangtua, pengetua adapt atau pemimpin agama minta pemberkataan atau restu.</p>
<p>   2. Perempuan itu langsung dibawa oleh si pria kerumahnya tanpa lebih dulu diberkati atau direstui. Perkawinan seperti ini disebut juga marbagas roha-roha (berumah tangga sesuka hati). Namun perkawinan telah terjadi, kewajiban atau pertanggungjawaban adat wajib dilaksanakan di kemudian hari.</p>
<p>TATA CARA MANGALUA</p>
<p>Dalam perkawinan mangalua ini tentu ada cara yang lazim dilakukan oleh pelaku-pelakunya. Sepasang muda-mudi memutuskan untuk melaksanakan kawin lari ketika mereka berpacaran karena melihat berbagai hal yang akan menghambat mereka untu kadapt hidup bersama. Yang sering terjadi bahwa keluarga si lelaki yang memegang peranan dalam pelaksanaan mangalua ini, sedangkan pihak perempuan tidak tahu sama sekali. Ada juga kasus mangalua dimana kedua belah pihak keluarga mengetahui dan memberi ijin untuk melkasnakan hal tersebut, karena memang cara itulah yang dianggap tepat pada saat itu agar perkawinan tetap bisa dilaksanakan.</p>
<p>Dalam mangalua ini si perempuan pergi meninggalkan oranng tuanya, mengikuti kekasihnya untuk melaksanakan perkawinan. Biasanya siperempuan langsung dibawa kerumah pemuka agama yang berda di lingkungan tempat tinggal keluarga pihak laki-laki. Tetapi ada juga terjadi dimana pasangan itu lari meninggalkan orang tuanya masing-masing dan pergi kesuatu tempat lain apabila keluarga kedua belah pihak betul-betul tidak ada yang setuju. Sesudah sekian lama berumah tangga mereka akan kembali untuk meminta maaf dan melaksanakan adat perkawinan secara penuh.</p>
<p>Dahulu kala bila seorang perempuan akan mangalua, maka sebagai tandanya dia akan meletakkkan daun sirih di dalam lemari pakaianya sebagai pengganti dirinya yang hilang atau yang telah pergi. Sekarang hal tersebut telah digantikan dengan meninggalkan sepucuk surat sehingga keluarga perempuan dapat mengetahui bahwa anak gadisnya telah mangalua.</p>
<p>Setelah mereka mangalua dan menetap di suatu tempat, maka adat menuntut agar prosedur selanjutnya dilaksanakan, yakni segera setelah kawin datang kerumah orangtua si perempuan untuk memberitahukan bahwa anak mereka telah menjadi paniaran (menjadi salah satu keluarga mereka), dimana kegiatan ini disebut manurohan bao-bao na tinangko (melapor dan membawa tanda anak mereka telah diambil).</p>
<p>Setelah semua undangan pihak perempuan hadir maka dipersiapkan makanan yang dibawa oleh rombongan pihak lelaki (paranak) tadi, dan mereka semua makan bersama-sama. Setelah selesai maka acara selanjutnya adalah manghatai atau bercakap-cakap mengenai maksud kedatangan mereka.</p>
<p>Pembicaraan ini dimulai oleh pihak keluarga pihak perempaun yang diwakili oleh abang si perempuan yang telah berkeluarga. Isi pembicaran mereka adalah ucapan terimakasih kepada pihak keluarag laki-laki (paranak). Kemudian abang dari ayah si perempuan juga berbicara mengucapkan terimakasih atas kesediaan para tamu untuk datang ke acara tersebut dan menayakan maksud kedatangan mereka. Perlu kita ketahui bahwa adat Batak ada suatu kebiasaan, walaupun mereka sebenarnya sudah tahu tujuan kedatangan suatu kelompok, tetapi mereka akan menayakan serinci mungkin melaui kata-kata yang berupa pantun-pantun dan pepatah-pepatah. Seperti dikatakan :</p>
<p>Sai marangkup do na uli, mardongan do na denggan.</p>
<p>On pe di paboa ampara niba ma tangkas siangkupna.</p>
<p>Songon na handul, sidongannna songon na mardalan.</p>
<p>Secara bebas artinya mennyakan apakah maksud kedatangan mereka atau pihak paranak atau lelaki tersebut. Biasanya pembicaran itu diwakili oleh abang dari ayah si perempuan. Tetapi sebelum pihak paranak menjawab, terlebih dahulu diberi kesempatan kepada dongan sahuta.[3] Teman sekampung atau dongan sahuta ini secara adat menuntut antara lain :</p>
<p>1. Upa sangke hujur (upah pengawal kampong, agar kemarahan atau sikap bermusuhan dihentukan terhadap si lelaki yang melahirkan gadis kampung mereka).</p>
<p>2. Upa ungkap harbangan (upah untuk para penjaga pintu gerbang kampong. Penghormatan diberikan kepada merteka, agar si pria tersebut diijinkan masuk ke komplek kampong tersebut).</p>
<p>3. Upa raja huta (upah untuk ketua kampong yang bertannggungjawab atas keamanan atau masalah-masalah lainnya dari seluruh penduduk huta atau kampong tersebut).</p>
<p>Dengan dipenuhinya syarat-syarat tersebut diatas, maka pembicaraan kepada mertua baru bisa dimulai. Sudah menjadi ketentuan adat, bahwa suami istri yang kawin lari tidak diperkenankan berkunjung kerumah orang tua si perempuan sebelum acara manuruk-nuruk ini.</p>
<p>Setelah dengan sahuta menerima upah akan dilanjutkan dengan pembicaraan oleh paranak yang menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh keluarga parboru dengan nada menyembah (dalam hal ini tentu pihak parboru tersebut adalah huta-huta mereka, dimana dalam adat Batak kelompok ini merupakan kelompok yang harus selalu disembah dan dihormati. Kedatangan mereka dalam acara manuruk-nuruk ini bermaksud untuk menyembah atau minta maaf kepada pihak paranak telah bersalah mengambil anak perempuan pihak paranak tanpa izin. Dengan nada menyesal pihak paranak akan mengatakan :</p>
<p>Ndang tarbahen be turak, si nungga sor gok tagan.</p>
<p>Ndang tarbahen be turak, si nungga sor sun mardalan.</p>
<p>Artinya memang mereka merasa bersalah tetapi apalah daya hal tersebut telah terjadi.selanjtnya pihak parboru akan membalas perkataan mereka itu. Pertama dikomentari masalah makanan yang dibawa oleh paranak tadi, yang telah dimakan bersama-sama, ketika selesai makan memang dikatakan oleh parboru bahwa makanan yang dibawa paranak tersebut enak sekali rasanya, tetapi pada pembicaraan berikutnya dikatakanalah bahwa makanan itu sebenarnya pahit sekjali rasanya. Hal ini karena pihak paranak mereka anggap telah pajolo gogo, papudi uhum (mengandalkan kekuatan atau membelakangkan hukum). Mereka menanyakan pihak paranak sampai hati berbuat itu kepada meteka. Karena pada dasarnya perkawinan dengan cara mangalua ini sebisa-bisanya dihindari oleh orang Batak karena menimbulkan kesan yang kurang baik dari berbagai pihak.</p>
<p>Kalau perkawinan menurut ideal, hal yang harusnya dipenuhi terlebih dahulu sebelum perkawinan adalah membayar sinamot, tetapi setelah terjadi mangalua dalam acara manuruk-nuruk yang dibicarakan adalah somba-somba.[4] Apabila keadaan sudah mengijinkan baik dalam soal materi, waktu dan sebagainya, maka ditempuh acara memenuhi adat lengkap yang dinamai mengadati.[5] Dalam hal ini ada dua kemungkinan yang perlu diperhatikan yaitu :</p>
<p>1. Apabila keluarga yang diadati belum mempunyai anak dikatakan bahwa upacara mengadati itu bertujuan untuk : manggohi adat uhum, songgon dalan manomba hula-hula huhut mangido pasu-pasu.[6]</p>
<p>2. Bila keluarga yang diadati sudah mempunyai anak, maka dalam hal ini upacara dimaksudkan untuk : pasahathon sulang-sulangna tabo, dalan manggphi adat dohot uhum, manomba hula-hula huhut mangido pasu-pasu[7].</p>
<p>Hal lain yang menbedakan adalah setelah terjadi mangalua pihak parboru tidak dapat lagi menentukan besarnya sinamot yang harus diserahkan pihak paranak. Berapapun yang diberikan oleh pihak paranak pihak parboru terpaksa menerima karena anak perempuan mereka telah berada di pihak lelaki atau paranak. Dan biasanya sinamot pada perkawinan mangalua ini lebih rendah dibandibngkan dengan jumlah sinamot pada perkawinan ideal. Dalam kedaan ini kita lihat bahwa bentuk perkawinan mangalua ini akan lebih sedikit memakan biaya apabila dibandingkan dengan perkawinan lazimnya. Karena ada proses yang tidak dilauinya, sehingga mengurangi aktifitas dan biaya untuk suatu perkawinan.</p>
<p>FAKTOR SUKU DAN AGAMA SEBAGAI PENYEBAB MANGALUA</p>
<p>Orang Batak Pada umunya kuat idealismenya dalam hal kesukuan dan keagamaan. Kitra dapat melihat bahwa dimanapun orang Batak berda selalu menjukkan ke batakanya. Hal itu dijelaskan dengan adanya konsep halak hita dan bukan halak hita.[8]</p>
<p>Memang dalam kemajuan dewasa ini sering kita dengar bahwa hal-hal kesukuan seperti itu lambat laun telah mulai dihilanhkan, dengan tidak begitu, membedakan kesukuan dan keagmaan dalam kehidupan bermasayarakat. Tetapi kenyataanya kita lihat dalam masayarakat batak masaalh ini sering menghalangi seseorng menuju jenjang perkawinan dan faktor ini melihatnya dari kasus berikut ini.</p>
<p>FAKTOR PENDIDIKAN SEBAGAI PENYEBAB MANGALUA</p>
<p>Masalah pendidikan adalah tinggi rendahnya pendidikan yang telah diperoleh seseorng secara formal maupun non formal dalam membentuk sutru pemikiran yang lebih maju daripada orang-orang yng tidak menjalaninya.</p>
<p>Sering dikatakan bahwa dengan lebih tingginya pendidikan seseorng akan kurangya keinginan untuk melaksanaknan perkawinan dengan cara mangalua, Karena seseorng itu dianggap lebih maju memikirkan akibat-akibat negative dari mangalua tersebut. Memeng hal itu dapat kita terima, dengan adanya pemikiran yasng lebih jeli sebelum melaksanakanya.</p>
<p>FAKTOR EKONOMI SEBAGAI PENYEBAB MANGALUA</p>
<p>Faktor ekonomi dikatakan merupakan salah satu penyebab dilaksanaknanya mangalua. Hal ini dihubungkan dengan mata pencaharian, serta jumlah anggota kelurga dalam suatu rumah tangga, sehingga ada pengelompokkan kaya, menengah dan miskin. Hal ini dapat lihat dalam kasus berikut.</p>
<p>Dalam hal ini pihak keluarga laki-laki mempunyai taraf perekonomian yang lebih rendah dari keluarga perempuan, dimana jumlah qanggota keluarga juga turut bwerperan bagi unrtuk mangalua. Melihat dari jumlah anggota keluarga, pelaku mangalua tersebut minimal berjumlah 6 orang, bahkan ada yang anggota, bahkan ada yang anggota keluarganya sampai berjumlah 10 orang. Semakin banyak jumlah anggota keluarga dalam rumah tanggga maka semakin brat pula beban yang ditanggung oleh keluarga tersebut dalam kehidupan yang berlaku pada masyarakat batak toba semakin sulit oleh mereka yang tergolong rendah tingkat perekonomiannya, sebab perkawinan secara ideal itu membutuhkan biaya yang cukup besar. Untuk menghindari semua itu ditempuh cara mangalua.</p>
<p>AKIBAT-AKIBAT MANGALUA</p>
<p>Perkawinan dengan cara mangalua, ternyata telah menimbulkan banyak permasalahan baik itu bagi pelaku mangalua yang bersangkutan, dipihak perempuan, dipihak lelaki maupun di tengah-tengah masyarakat batak toba sendiri. Walaupun nanti akan ada upacara mangadati yaitu suatu proses upacara adat untuk mensahkan pasangan pelaku mangalua tersebut dalam perkawinan menurut adat tidak berarti langsung melenyapkan permasalahan ysng pernah ada.</p>
<p>Umunya keluarga pihak perempuan sangat menyasali tindakan mangalua ini, karena pihak laki-laki telah mengambil anak perempuan mereka tanpa ijin. Tindakan pihak laki-laki itiu diaggap telah mencorengkan arang di muka keluarga perempuan. Seharusnya sebagai hula-hula kedudukan mereka merupakan yang tertinggi dalam struktur dalihan na tolu dan harus dijunjung tinggi serta struktur dalihan na tolu harus dijunjung tinggi oleh pihak laki-laki.</p>
<p>Pada umumnya pihak laki-lakilah yang memegang peranan penting dalam pelaksanaan mangalua sebab si prempuan di bawa si lelaki ke rumah orang tua ataupun keluarga terdekatnya. Akibatnya mangalua ini bagi pihak laki-laki sebenarnya tidaklah menjadi permasalahan, karena pihak laki-laki ini secara tidak langsung ikut mengusulkan dan membantu terjadinya perkawinahn mangalua ini. Bila ditinjau dari segi ekonomi sebenarnya menguntungkan bagi pihak laki-laki sebab mereka tidak dibebani lagi dengan sejumlah sinamot yang diminta oleh keluarga perempuan.</p>
<p>[1] . Suatu alternative yang terpaksa oleh sepasang kekasih untuk melaksanakan perkawinan, karena jalan mereka menuju perkawinan menhghadapi berbagai hambatan.</p>
<p>[2] . Sinamot adalah sesuatu yang harus diserahkan oleh keluarga pihak laki-laki kepada pihak perempuan, baik berupa uang dan benda lain seperti tanah, ternak dan sebagainya.</p>
<p>[3] . Orang-orang kampong untuk memuaskan hati dimana mereka minta pembayaran kepada pihak paranak karena telah mengambil seorang perempuan dari lingkup mereka.</p>
<p>[4] . Sesuatu yang harus diserahkan oleh keluarga pihak lelaki kepada pihak perempuan, baik berupa uang dan benda seperti tanah, ternak dan lainnya atau bisa juga diartikan sama dengan sinamot.</p>
<p>[5] . Upacara peresmian secara adat, dimana kedua mempelai sebelumnya telah berumah tangga dengan cara mangalua.</p>
<p>[6] . Untuk memenuhi adapt dan hokum sebagai jalan menyembah hula-hula serta meminta berkatnya.</p>
<p>[7] . Menyampaikan penghormatan, memenuhi adapt dan hokum sebagai jalan menyembah hula-hula serta minta berkatnya.</p>
<p>[8] . Selalu dibedakan antara kelompok orang Batak dan bukan orang batak.</p>
<p>Yang saya belum tahu, dalam bahasa inggris Mangalua itu apa ya?</p>
<p>Notes: sebagian tulisan ini diambil dari http://er27.wordpress.com/2008/03/17/mangalua-suatu-bentuk-perkawinan-pada-masyarakat-batak-toba/</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardiannazief.com/popie/?feed=rss2&amp;p=55</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>kata temanku</title>
		<link>http://hardiannazief.com/popie/?p=54</link>
		<comments>http://hardiannazief.com/popie/?p=54#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 May 2009 03:24:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>popie</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Wise Words]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hardiannazief.com/popie/?p=54</guid>
		<description><![CDATA[temanku pernah berkata. &#8220;aku suka kegelapan&#8221;.
temanku juga berkata. &#8220;aku lebih suka malam&#8221;.
temanku itu kemudian berkata lagi. &#8220;hitam lebih baik&#8221;.
dan aku bertanya. kenapa?
jika tidak ada kegelapan, maka tidak cahaya. jika tidak ada malam, maka kita tidak bisa menikmati bintang. jika tidak ada hitam maka tidak ada putih. dan aku ingin menikmati semuanya hanya berdua dengan kamu.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>temanku pernah berkata. &#8220;aku suka kegelapan&#8221;.</p>
<p>temanku juga berkata. &#8220;aku lebih suka malam&#8221;.</p>
<p>temanku itu kemudian berkata lagi. &#8220;hitam lebih baik&#8221;.</p>
<p>dan aku bertanya. kenapa?</p>
<p>jika tidak ada kegelapan, maka tidak cahaya. jika tidak ada malam, maka kita tidak bisa menikmati bintang. jika tidak ada hitam maka tidak ada putih. dan aku ingin menikmati semuanya hanya berdua dengan kamu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardiannazief.com/popie/?feed=rss2&amp;p=54</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Trip to Madura</title>
		<link>http://hardiannazief.com/popie/?p=52</link>
		<comments>http://hardiannazief.com/popie/?p=52#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Apr 2009 15:12:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>popie</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[My Journey]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hardiannazief.com/popie/?p=52</guid>
		<description><![CDATA[Baru saja saya mendapatkan kesempatan untuk berjalan-jalan ke Madura. Pulau kecil di daerah Jawa Timur ini sangat terkenal dengan Sate dan Karapan Sapi. Saya tidak mendapat kesempatan untuk melihat Karapan Sapi, tapi saya melihat pasar sapi. Lihat saja orang-orang di sana hanya berjualan sapi dan perlengkapannya. Saya diberikan pecut sebagai oleh-oleh dari Madura.

Selain pasar Sapee, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Baru saja saya mendapatkan kesempatan untuk berjalan-jalan ke Madura. Pulau kecil di daerah Jawa Timur ini sangat terkenal dengan Sate dan Karapan Sapi. Saya tidak mendapat kesempatan untuk melihat Karapan Sapi, tapi saya melihat pasar sapi. Lihat saja orang-orang di sana hanya berjualan sapi dan perlengkapannya. Saya diberikan pecut sebagai oleh-oleh dari Madura.<br />
<img src="http://wb6.indo-work.com/pdimage/98/s_393498_java-horse-whip-decoration.jpg" alt="java's pecut" /><br />
Selain pasar Sapee, saya tertarik dengan rumah dan sekolah. Saya menemukan rumah yang menurut saya cukup besar untuk ukuran pulau kecil di Indonesia. Tapi di sisi lain banyak sekolah yang sangat buruk hingga hampir rubuh.<br />
Keadaan ini menunjukkan kurangnya kesadaran masyarakat akan kebutuhan pendidikan. Mereka lebih memilih kerja di usia dini dari pada melanjutkan pendidikan. Mereka lebih memilih menikah di usia dini dari pada melanjutkan pendidikan.<br />
I got a trip to Madura. Madura is a small island near Java (but still in east Java). Madura have been famous for the satay and “Karapan Sapee” (Cows Racing). I did not have a change to see the Karapan Sapee but I have seen Cows Market in Madura. See, in the market pupils only trades for cows and it’s accessories’. My friend bought this pecut as the souvenir.</p>
<p>Besides Sapee, I got interested with the houses and schools. I found really big houses around Madura (considering it is a small island). But in other sides there are a lot of “hunted” schools. I can not say in a word.<br />
It shows us that these communities have lack of awareness on education needed. They prefer to works in the early ages than to continue their education. They even prefer to gets early marriages than to continue their education</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardiannazief.com/popie/?feed=rss2&amp;p=52</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Meugang’s Day</title>
		<link>http://hardiannazief.com/popie/?p=51</link>
		<comments>http://hardiannazief.com/popie/?p=51#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Jan 2009 09:19:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>popie</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[My Journey]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hardiannazief.com/popie/?p=51</guid>
		<description><![CDATA[Bulan puasa merupakan bulan yang dinanti-nanti oleh umat Muslim. Begitu juga masyarakat Aceh yang mayoritas penduduknya menganut agama Muslim. Megang menjadi tradisi orang aceh dalam menyambut hari puasa. Meugang Dilaksanakan sekitar 2 hari sebelum puasa. Berdasarkan informasi yang saya dapat, Megang dimaksudkan agar setiap orang menyediakan daging sebagai simbol asupan makanan yang cukup sebelum melaksanakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bulan puasa merupakan bulan yang dinanti-nanti oleh umat Muslim. Begitu juga masyarakat Aceh yang mayoritas penduduknya menganut agama Muslim. Megang menjadi tradisi orang aceh dalam menyambut hari puasa. Meugang Dilaksanakan sekitar 2 hari sebelum puasa. Berdasarkan informasi yang saya dapat, Megang dimaksudkan agar setiap orang menyediakan daging sebagai simbol asupan makanan yang cukup sebelum melaksanakan puasa.<br />
Pada hari-hari seperti ini harga daging sapi dan kerbau bisa melonjak naik berkali-kali lipat dari harga biasa. Dan jangan harap kita bisa mendapatkan daging dibawah harga Rp 100.000. Dan herannya masyarakat Aceh mau membayar daging dengan harga berapa saja demi menyediakan berbagai masakan penuh daging bagi keluarga. Biasanya pendatang seperti saya akan keluar dari Aceh pada saat hari Megang dilaksanakan karena kegiatan perkantoran akan lumpuh pada hari ini. Walaupun tetap buka namun biasanya mereka datang sekitar jam 10 dan setelah makan siang sudah menghilang ke rumah masing-masing untuk  mempersiapkan pelaksanaan ritual megang. Buat aku Meugang adalah hari libur.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardiannazief.com/popie/?feed=rss2&amp;p=51</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>The Husband Store</title>
		<link>http://hardiannazief.com/popie/?p=50</link>
		<comments>http://hardiannazief.com/popie/?p=50#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Jan 2009 07:38:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>popie</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Wise Words]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hardiannazief.com/popie/?p=50</guid>
		<description><![CDATA[A store that sells new husbands has opened in New York City, where a woman may go to choose a husband. Among the instructions at the entrance is a description of how the store operates:
You may visit this store ONLY ONCE! There are six floors and the value of the products increase as the shopper [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>A store that sells new husbands has opened in New York City, where a woman may go to choose a husband. Among the instructions at the entrance is a description of how the store operates:</p>
<p>You may visit this store ONLY ONCE! There are six floors and the value of the products increase as the shopper ascends the flights. The shopper may choose any item from a particular floor, or may choose to go up to the next floor, but you cannot go back down except to exit the building!</p>
<p>So, a woman goes to the Husband Store to find a husband. On the first floor the sign on the door reads: </p>
<p>Floor 1 - These men Have Jobs.<br />
She is intrigued, but continues to the second floor, where the sign reads: </p>
<p>Floor 2 - These men Have Jobs and Love Kids.<br />
&#8216;That&#8217;s nice,&#8217; she thinks, &#8216;but I want more.&#8217;<br />
So she continues upward. The third floor sign reads: </p>
<p>Floor 3 - These men Have Jobs, Love Kids, and are Extremely Good Looking. </p>
<p>&#8216;Wow,&#8217; she thinks, but feels compelled to keep going.<br />
She goes to the fourth floor and the sign reads: </p>
<p>Floor 4 - These men Have Jobs, Love Kids, are Drop-dead Good Looking and Help With Housework.<br />
&#8216;Oh, mercy me!&#8217; she exclaims, &#8216;I can hardly stand it!&#8217;<br />
Still, she goes to the fifth floor and the sign reads: </p>
<p>Floor 5 - These men Have Jobs, Love Kids, are Drop-dead Gorgeous, Help with Housework, and Have a Strong Romantic Streak.<br />
She is so tempted to stay, but she goes to the sixth floor, where the sign reads: </p>
<p>Floor 6 - You are visitor 31,456,012 to this floor. There are no men on this floor. This floor exists solely as proof that women are impossible to please. Thank you for shopping at the Husband Store. </p>
<p>PLEASE NOTE:<br />
To avoid gender bias charges, the store&#8217;s owner opened a New Wives store just across the street. </p>
<p>The first floor has wives that love sex. </p>
<p>The second floor has wives that love sex and have money and like beer. </p>
<p>The third , fourth, fifth and sixth floors have never been visited. </p>
<p>(I copied this story from an email from sosio2k1@yahoogroups.com.)</p>
<p>WHAT DO YOU THINK?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardiannazief.com/popie/?feed=rss2&amp;p=50</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Broken Wings</title>
		<link>http://hardiannazief.com/popie/?p=48</link>
		<comments>http://hardiannazief.com/popie/?p=48#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Jan 2009 01:59:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>popie</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Wise Words]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hardiannazief.com/popie/?p=48</guid>
		<description><![CDATA[I found this letter in my room. But so sorry, I can&#8217;t translate this letter into English in an appropriate language. Than I decided not to rewrite it in English because it may loose it touch on my heart.
kita memang cuma 2 ekor merpati yang coba saling bantu terbang, padahal sebenarnya sayap kita lagi patah.
Kita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>I found this letter in my room. But so sorry, I can&#8217;t translate this letter into English in an appropriate language. Than I decided not to rewrite it in English because it may loose it touch on my heart.</p>
<p>kita memang cuma 2 ekor merpati yang coba saling bantu terbang, padahal sebenarnya sayap kita lagi patah.<br />
Kita juga tahu untuk membuat sayap itu utuh kita butuh patahannya.<br />
Dan kita sadar bahwa sayap itu bukan hilang tapi masih ditinggal di suatu tempat.<br />
Aku tahu tempatku meninggalkan patahan itu.<br />
Aku sedang meminjamkan sayap ku padanya agar dia bisa terbang<br />
Saat ini dia hampir terbang<br />
Dan aku tidak mau meminjamkan sayap ku untuk yang lain lagi terbang<br />
Saat ini aku mau terbang sendiri&#8230;<br />
Setinggi-tingginya&#8230;<br />
Sejauh-jauhnya&#8230;<br />
Kalau kamu mau terbang seperti aku<br />
Kamu harus cari dulu di mana kamu letakkan patahan itu<br />
Kenali dia agar kamu yakin benar itulah patahan sayap yang kamu cari<br />
Karena hanya Pemiliknya yang kenal betul sayapnya walau sudah patah<br />
Ambil sayap itu dan jangan pernah kamu tinggalkan lagi<br />
Biar kamu bisa terbang bersama ku<br />
Nanti aku kenalkan dengan pohon-pohon di hutan sana<br />
Aku ajak kamu berburu cacing bersama<br />
Akan ku kenalkan juga dengan awan-awan di langit<br />
Tapi MAAF&#8230;<br />
bukan dengan meminjamkan sayapku<br />
Karena kalau ku pinjamkan kamu cuma akan bisa terbang dengan sayap pinjaman bukan milik sendiri<br />
Bukan itu yang ku harapkan<br />
Aku mau kamu bisa punya sayap seutuhnya biar bisa terbang tinggi sekali<br />
Bahkan lebih tinggi dari aku<br />
Kamu mau kan membuatnya utuh?</p>
<p><img src="http://www.freewebs.com/sw06/bwpic.jpg" alt="broken wings image" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardiannazief.com/popie/?feed=rss2&amp;p=48</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Boring Method or Children Delinquent Behaviour?</title>
		<link>http://hardiannazief.com/popie/?p=47</link>
		<comments>http://hardiannazief.com/popie/?p=47#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Jan 2009 07:34:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>popie</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[I'ts disturbing me!]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hardiannazief.com/popie/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[I saw some students had been catch and treated like criminals in Siantar (http://www.tvone.co.id/index.php/cp/newsdetail/5631). Somehow I think it was another violence treatment for children. Don’t they ever think this behavior is not pure children delinquent but also because of boring learning methods implemented on our education systems?
I asked a friend about it. He said “yes, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>I saw some students had been catch and treated like criminals in Siantar (http://www.tvone.co.id/index.php/cp/newsdetail/5631). Somehow I think it was another violence treatment for children. Don’t they ever think this behavior is not pure children delinquent but also because of boring learning methods implemented on our education systems?</p>
<p>I asked a friend about it. He said “yes, I hate going to school”. He told me that he would rather skip the class and watched some movies in his friend’s house than listened the teacher or read the text book.<br />
How do you think?</p>
<p><img src="http://www.kodak.com/US/images/en/corp/1000nerds/lund/nerdGirl.jpg" alt="nerd girl image" /></p>
<p>Saat saya menonton televisi mengenai pelajar bolos sekolah yang ditangkap di kota Siantar http://www.tvone.co.id/index.php/cp/newsdetail/5631). Mereka mendapat perlakuan yang biasa diterima seorang penjahat criminal. Tiba-tiba saja saya merasa bahwa itu merupakan salah satu tindak kekerasan pada anak-anak. Apakah mereka pernah berpikir sebaliknya? Bisa jadi tindakan bolos sekolah ini karena sistem pendidikan yang membosankan. </p>
<p>Saya coba bertanya pendapat salah seorang teman saya. Dia dengan yakin menjawab “iya dan saya benci sekolah”. Dia bercerita bahwa dulu dia sering sekali bolos sekolah dan menonton film porno di rumah temannya. Sungguh lebih menarik nonton film porno daripada mengikuti pelajaran dengan metode membaca dan mendengar di dalam kelas. </p>
<p>Bagaimana menurut mu?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardiannazief.com/popie/?feed=rss2&amp;p=47</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Jeruk Biru dari Langit</title>
		<link>http://hardiannazief.com/popie/?p=46</link>
		<comments>http://hardiannazief.com/popie/?p=46#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Dec 2008 04:20:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>popie</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[My Journey]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hardiannazief.com/popie/?p=46</guid>
		<description><![CDATA[
ternyata buah jeruk biru dari langit tidak tahan lama
ternyata dia sekarang sudah membusuk
tidak biru lagi
tidak wangi lagi
tidak enak lagi
hah, buang saja!
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
ternyata buah jeruk biru dari langit tidak tahan lama</p>
<p>ternyata dia sekarang sudah membusuk</p>
<p>tidak biru lagi</p>
<p>tidak wangi lagi</p>
<p>tidak enak lagi</p>
<p>hah, buang saja!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardiannazief.com/popie/?feed=rss2&amp;p=46</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
